Select Menu

Menuju Surga dengan Al-Qur'an

Menuju Surga dengan Al-Qur'an

PELATIHAN

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow Me

KERJASAMA

ROADSHOW

MOTIVASI AL-QURAN

Entri Populer

Roadshow

TAFSIR

KARYA

kerjasama

motivasi al-quran

» » Langkah-langkah sederhana memahami dinul Islam
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama


Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan, jelas dan tidak membingungkan, detail mengupas persoalan hidup manusia secara luas. Islam adalah agama yang penuh toleransi dan dinamis. Tidak kaku apalagi berlebih-lebihan dalam mengatasi suatu hal. Karakteristik ini sesuai dengan firman Allah swt yang tersebut dalam al-Qur'an:

وما جعل عليكم فى الدين من حرج

Artinya: "....Dan Allah tidak menjadikan kesulitan pada agama kalian.."(Qs al-Hajj: 78)

ما يريد الله ليجعل عليكم من حرج ولكن يريد ليطهركم وليتم نعمته عليكم ولعلكم تشكرون

Artinya: "Allah tidak ingin menjadikan atas kalian kesulitan. Tetapi Dia ingin mensucikan kalian, menyempurnakan nikmat-Nya kepada kalian dan agar kalian bersyukur."(Qs al-Maidah: 6)

Pada ayat surat al-Hajj di atas Allah menerangkan bahwa Islam tidak menyulitkan manusia dalam urusan jihad menghadapi musuh yang sudah jelas-jelas sebagai musuh. Lalu pada ayat kedua dalam surat al-Maidahnya Allah juga menjelaskan tentang kemudahan tehnis dalam pelaksanakan ibadah wudhu bagi kaum muslimin yang menghadapi persoalan kesucian air. (Untuk lebih jelasnya silahkan anda merujuk ke tafsir kedua persoalan di atas pada referensi Tafsir yang ada)

Dua contoh di atas setidaknya sebagai ilustrasi betapa dinul Islam ini penuh dengan kemudahan. Kemudahan di sini tentu saja didapat setelah dilakukan pengkajian terhadap suatu masalah yang pelik disertai dalil dan berbagai pendapat para ulama-ulama Islam yang jelas kredibilitasnya. Tidak mungkin kemudahan yang dibuat-dibuat. Seperti saat ini. 


Saya pernah mendengar sebagian umat Islam yang mengetahui bahwa di antara karakter Islam itu mudah. Lalu, karena yang tergambar di image mereka adalah mudah dan mudah, kemudian mereka malah menggampang-gampangkannya tanpa melihat terlebih persoalan dan dalil-dalil yang membahas hal itu. Akibatnya karena kelemahan mindsite seperti itu banyak di antara mereka yang lalu menjadi muslim pemudah semua persoalan dengan versi mereka, bukan melalui pengkajian yang mendalam dan ilmiah. Sangat disayangkan sekali!

Di sisi lain saya juga melihat, hampir sebagian besar umat Islam enggan dan malas untuk memperdalam agamanya sendiri. Sebagian beralasan sibuk, ribet, tidak ada waktu dan tidak memiliki kesempatan banyak. Mereka hanya puas dan merasa cukup dengan ibadah rutinitas sehari-hari saja. Padahal Islam itu luas dan integral, mencakup seluruh kehidupan manusia.

Bila dipahami secara sepintas, memang logis juga apabila kita, umat iIsam merasa berat dan bingung dengan ajaran Islam yang demikian banyaknya, melebihi aktifitas duniawi mereka.  Apa bisa kita menngamalkan Islam begini banyaknya?! Tentu saja, hal ini bukan dimaksudkan membebani kita. Bukan! Tapi agar kita menjadi pintar dan menggunakan akal kita bahwa Islam dengan kesempurnaannya ini memang diturunkan untuk kemaslatahan seluruh umat manusia.  bahkan untuk seluruh alam semesta. Untuk dipelajari dan dipahami, lalu kemudian diamalkan sebagai amal sholeh. Jadi, bagaimana cara memandangnya? Dari mana kita memulai menjalankana agama Islam sehingga bisa merealisasikannya secara baik dan menyeluruh.

Sungguh, pembahasan yang panjang dan sangat membutuhkan forum dan kajian yang tidak cukup dibahas sehari dua hari, setahun dua tahun. Tapi sepanjang nafas kita masih dikandung badan.

Setidaknya ada beberapa cara langkah yang memudahkan kita belajar Islam, agama kita ini.

1. Kalau kita masih sangat awam dengan ajaran agama kita sendiri, maka hal yang perlu dilakukan adalah belajar al-Qur'an. Baik itu secara bacaan yang benar (tilawah), memahami isinya (Tafsir) dan sedikit demi sedikit untuk menghafalkan ayat yang dibahas. Terutama yang berkaitan dengan realita kehidupan kita sehari-hari. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemahaman dan aplikasi dalam hidup. Bukankah ilmu itu akan terus segar dalam ingat apabila juga disertai dengan amal sholeh yang nyata?! Banyak lembaga-lembaga al-Qur'an yang memfasilitasi program belajar al-Qur'an ini, seperti misalnya di Muntada Ahlil Qur'an, Mutiara Islam, mirajul umah dan lain-lain.

2. Mempelajari hadits-hadits Rasulullah, saw. 

Terutama hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Riwayat hadits-hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh keduanya menempati posisi kedua setelah kitabullah. Baik secara kekuatan jalur periwayatan (sanad), kekuatan haditsnya dan riwayat yang mutawatir tanpa ada cacat sedikitpun. Sementara hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para muhadditsin yang lainnya masih harus dikaji lebih dalam lagi. Dan itu memiliki forum sendiri. Tapi kita harus mempelajari terlebih dahulu hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim di atas. Untuk dapat mempelajari lebih jauh tentang hadits-haditsi yang diriwayatkan oleh keduanya, anda bisa merujuk kepada kitab Riyadushsholihin yang berisi tentang adab-adab dan etika kehidupan dalam Islam, karangan Imam Nawawi. Lalu kitab hadits arbain yang juga disusun oleh beliau.

3. Mempelajari bahasa Arab. 

Hampir sebagian besar umat Islam di Indonesia tidak memiliki minat mempelajari bahasa Arab yang merupakan bahasa wahyu ini. Bahasa Arab ini dinilai tidak sepenting bahasa Inggris, jepang atau yang lainnya. Bisa jadi paradigma seperti ini karena Islam sudah ditinggalkan oleh umatnya dan banyaknya propaganda yang membuat Islam kian dimarjinalkan dari kehidupan kaum muslimin.

Padahal bagi generasi terbaik dahulu, bahasa arab adalah kunci memahami segala persoalan kehidupan ini. Tentang hukum belajar bahasa Arab sendiri bagi umat islam adalah fardhu 'ain yang wajib secara individu seperti yang dituturkan oleh Imam Syafi'i rahimahullah. Apalagi zaman sekarang yang hampir sebagian besar umat Islam makin jauh dari nilai-nilai ajaran Islam yang benar dan menyeluruh. Tentunya harus ada kesadaran dari umat Isam sendiri akan pentingnya mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, bahasa kehidupan, bahasa agama dan bahasa menuju kepada kebaikan, dunia dan akhirat.

Setidaknya tiga langkah di atas bisa dijadikan rujukan bagi anda yang tidak sempat untuk melanjutkan studi secara formal karena alasan sibuk dengan pekerjaan, ekonomi dan keluarga. Namun, mempelajari ilmu (khususnya ilmu-ilmu Islam yang menyeluruh ini) harus dilakukan oleh siapapun yang mengaku muslim dan muslimah. Tujuannya agar suatu saat kelak kita bisa berhujjah di hadapan Allah mengapa kita melakukan hal ini dan hal itu. Ada argumentasi yang kita berikan. Tidak asal beramal dengan taklid dan membabi buta tanpa dalil yang jelas.

Wallahu a'lam bish-showab

About Sohibul Qur'an

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

3 komentar

  1. Sekarang sarana untuk belajar Islam lebih mudah didapatkan. Tafsir, hadits, dan kitab-kitab sudah banyak diterjemahkan. Buku Islam karya ulama dan dai Indonesia juga banyak. Kajian, taklim, dan halaqah juga mudah ditemui.

    BalasHapus
  2. Betul mas..Semoga semua fasilitas itu bisa menjadi kunci memperbaiki pemahaman mereka itu dan bertanya kepada yg lebih tahu..

    BalasHapus
  3. Saya memang masih harus bnyk belajar tentang agama saya...terima kasih info nya yg sangat bermanfaat...

    BalasHapus

Silahkan kommentar anda, jangan sungkan-sungkan